Langsung ke konten utama

TUGAS MERANGKUM PAK WARJI

Langsung ke konten utama

program jahat

Taksonomi ancaman perangkat lunak / klasifikasi program jahat (malicious program):
1. Program-program yang memerlukan program inang (host program). Fragmen
program tidak dapat mandiri secara independen dari suatu program aplikasi, program
utilitas atau program sistem.
2. Program-program yang tidak memerlukan program inang. Program sendiri yang
dapat dijadwalkan dan dijalankan oleh sistem operasi.
Tipe-tipe program jahat :
1. Bacteria : program yang mengkonsumsi sumber daya sistem dengan mereplikasi
dirinya sendiri. Bacteria tidak secara eksplisit merusak file. Tujuan program ini hanya
satu yaitu mereplikasi dirinya. Program bacteria yang sederhana bisa hanya
mengeksekusi dua kopian dirinya secara simultan pada sistem multiprogramming
atau menciptakan dua file baru, masing-masing adalah kopian file program bacteria.
Kedua kopian in kemudian mengkopi dua kali, dan seterusnya.
2. Logic bomb : logik yang ditempelkan pada program komputer agar memeriksa suatu
kumpulan kondisi di sistem. Ketika kondisi-kondisi yang dimaksud ditemui, logik
mengeksekusi suatu fungsi yang menghasilkan aksi-aksi tak diotorisasi.
• Logic bomb menempel pada suatu program resmi yang diset meledak ketika
kondisi-kondisi tertentu dipenuhi.
• Contoh kondisi-kondisi untuk memicu logic bomb adalah ada atau tudak adanya
file-file tertentu, hari tertentu daru minggu atau tanggal, atau pemakai
menjalankan aplikasi tertentu. Begitu terpicu, bomb mengubah atau menghapus
data atau seluruh file, menyebabkan mesin terhenti, atau mengerjakan perusakan
lain.
3. Trapdoor : Titik masuk tak terdokumentasi rahasia di satu program untuk
memberikan akses tanpa metode-metode otentifikasi normal.
• Trapdoor telah dipakai secara benar selama bertahun-tahun oleh pemogram untuk
mencari kesalahan program. Debugging dan testing biasanya dilakukan
pemogram saat mengembangkan aplikasi. Untuk program yang mempunyai
prosedur otentifikasi atau setup lama atau memerlukan pemakai memasukkan
nilai-nilai berbeda untuk menjalankan aplikasi maka debugging akan lama bila
harus melewati prosedur-prosedur tersebut. Untuk debug program jenis ini,
pengembang membuat kewenangan khusus atau menghilangkan keperluan setup
dan otentifikasi.
• Trapdoor adalah kode yang menerima suatu barisan masukan khusus atau dipicu
dengan menjalankan ID pemakai tertentu atau barisan kejahatan tertentu.
Trapdoor menjadi ancaman ketika digunakan pemrogram jahat untuk memperoleh
pengkasesan tak diotorisasi.
• Pada kasus nyata, auditor (pemeriks) perangkat lunak dapat menemukan trapdoor
pada produk perangkat lunak dimana nama pencipta perangkat lunak berlakuk
sebagai password yang memintas proteksi perangkat lunak yang dibuatnya.
Adalah sulit mengimplementasikan kendali-kendali perangkat lunak untuk
trapdoor.
4. Trojan horse : Rutin tak terdokumentasi rahasia ditempelkan dalam satu program
berguna. Program yang berguna mengandung kode tersembunyi yang ketika
dijalankan melakukan suatu fungsi yang tak diinginkan. Eksekusi program
menyebabkan eksekusi rutin rahasia ini.
• Program-program trojan horse digunakan untuk melakukan fungsi-fungsi secara
tidak langsung dimana pemakai tak diotorisasi tidak dapat melakukannya secara
langsung. Contoh, untuk dapat mengakses file-file pemakai lain pada sistem
dipakai bersama, pemakai dapat menciptakan program trojan horse.
• Trojan horse ini ketika program dieksekusi akan mengubah ijin-ijin file sehinga
file-file dapat dibaca oleh sembarang pemakai. Pencipta program dapat
menyebarkan ke pemakai-pemakai dengan menempatkan program di direktori
bersama dan menamai programnya sedemikian rupa sehingga disangka sebagai
program utilitas yang berguna.
• Program trojan horse yang sulit dideteksi adalah kompilator yang dimodifikasi
sehingga menyisipkan kode tambahan ke program-program tertentu begitu
dikompilasi, seperti program login. Kode menciptakan trapdoor pada program
login yang mengijinkan pencipta log ke sistem menggunakan password khusus.
Trojan horse jenis ini tak pernah dapat ditemukan jika hanya membaca program
sumber. Motivasi lain dari trojan horse adalah penghancuran data. Program
muncul sebagai melakukan fungsi-fungsi berguna (seperti kalkulator), tapi juga
secara diam-diam menghapus file-file pemakai.
• Trojan horse biasa ditempelkan pada program-program atau rutin-rutin yang
diambil dari BBS, internet, dan sebagainya.
5. Virus : Kode yang ditempelkan dalam satu program yang menyebabkan pengkopian
dirinya disisipkan ke satu program lain atau lebih, dengan cara memodifikasi
program-program itu.
• Modifikasi dilakukan dengan memasukkan kopian program virus yang dapat
menginfeksi program-program lain. Selain hanya progasi, virus biasanya
melakukan fungsi yang tak diinginkan.
• Di dalam virus komputer, terdapat kode intruksi yang dapat membuat kopian
sempurna dirinya. Ketika komputer yang terinfeksi berhubungan (kontak) dengan
perangkat lunak yang belum terinfeksi, kopian virus memasuki program baru.
Infeksi dapat menyebar dari komputer ke komputer melalui pemakai-pemakai
yang menukarkan disk atau mengirim program melalui jaringan. Pada lingkungan
jaringan, kemampuan mengakses aplikasi dan layanan-layanan komputer lain
merupakan fasilitas sempurna penyebaran virus.
• Masalah yang ditimbulkan virus adalah virus sering merusak sistem komputer
seperti menghapus file, partisi disk, atau mengacaukan program.
• Siklus hidup Virus melalui empat fase (tahap), yaitu :
Fase tidur (dormant phase). Virus dalam keadaan menganggur. Virus akan
tiba-tiba aktif oleh suatu kejadian seperti tibanya tanggal tertentu,
kehadiran program atau file tertentu, atau kapasitas disk yang melewati
batas. Tidak semua virus mempunyai tahap ini.
Fase propagasi (propagation phase). Virus menempatkan kopian dirinya ke
program lain atau daerah sistem tertentu di disk. Program yang terinfeksi
virus akan mempunyai kloning virus. Kloning virus itu dapat kembali
memasuki fase propagasi.
Fase pemicuan (triggering phase). Virus diaktifkan untuk melakukan fungsi
tertentu. Seperti pada fase tidur, fase pemicuan dapat disebabkan beragam
kejadian sistem termasuk penghitungan jumlah kopian dirinya.
Fase eksekusi (execution phase). Virus menjalankan fungsinya, fungsinya
mungkin sepele seperti sekedar menampilkan pesan dilayar atau merusak
seperti merusak program dan file-file data, dan sebagainya. Kebanyakan
virus melakukan kerjanya untuk suatu sistem operasi tertentu, lebih spesifik
lagi pada platform perangkat keras tertentu. Virus-virus dirancang
memanfaatkan rincian-rincian dan kelemahan-kelemahan sistem tertentu.
• Klasifikasi tipe virus :
a. Parasitic virus. Merupakan virus tradisional dan bentuk virus yang paling
sering. Tipe ini mencantolkan dirinya ke file .exe. Virus mereplikasi ketika
program terinfeksi dieksekusi dengan mencari file-file .exe lain untuk
diinfeksi.
b. Memory resident virus. Virus memuatkan diri ke memori utama sebagai
bagian program yang menetap. Virus menginfeksi setiap program yang
dieksekusi.
c. Boot sector virus. Virus menginfeksi master boot record atau boot record dan
menyebar saat sistem diboot dari disk yang berisi virus.
d. Stealth virus. Virus yang bentuknya telah dirancang agar dapat
menyembunyikan diri dari deteksi perangkat lunak antivirus.
e. Polymorphic virus. Virus bermutasi setiap kali melakukan infeksi. Deteksi
dengan penandaan virus tersebut tidak dimungkinkan. Penulis virus dapat
melengkapi dengan alat-alat bantu penciptaan virus baru (virus creation
toolkit, yaitu rutin-rutin untuk menciptakan virus-virus baru). Dengan alat
bantu ini penciptaan virus baru dapat dilakukan dengan cepat. Virus-virus
yang diciptakan dengan alat bantu biasanya kurang canggih dibanding virus-
virus yang dirancang dari awal.
6. Worm : Program yang dapat mereplikasi dirinya dan mengirim kopian-kopian dari
komputer ke komputer lewat hubungan jaringan. Begitu tiba, worm diaktifkan untuk
mereplikasi dan progasai kembali. Selain hanya propagasi, worm biasanya melakukan
fungsi yang tak diinginkan.
• Network worm menggunakan hubungan jaringan untuk menyebar dari sistem ke
sistem lain. Sekali aktif di suatu sistem, network worm dapat berlaku seperti virus
atau bacteria, atau menempelkan program trojan horse atau melakukan sejumlah
aksi menjengkelkan atau menghancurkan.
• Untuk mereplikasi dirinya, network worm menggunakan suatu layanan jaringan,
seperti : Fasilitas surat elektronik (electronic mail facility), yaitu worm
mengirimkan kopian dirinya ke sistem-sistem lain.
• Kemampuan eksekusi jarak jauh (remote execution capability), yaitu worm
mengeksekusi kopian dirinya di sistem lain.
• Kemampuan login jarak jauh (remote login capability), yaitu worm log pada
sistem jauh sebagai pemakai dan kemudian menggunakan perintah untuk
mengkopi dirinya dari satu sistem ke sistem lain. Kopian program worm yang
baru kemudian dijalankan di sistem jauh dan melakukan fungsi-fungsi lain yang
dilakukan di sistem itu, worm terus menyebar dengan cara yang sama.
• Network worm mempunyai ciri-ciri yang sama dengan virus komputer, yaitu
mempunyai fase-fase sama, yaitu : Dormant phase, Propagation phase, Trigerring
phase, Execution phase.
• Network worm juga berusaha menentukan apakah sistem sebelumnya telah
diinfeksi sebelum mengirim kopian dirinya ke sistem itu.
 refrensi : http://artikel-komputer1.blogspot.com/2011/09/jenis-jenis-program-jahatmalicious.html

SEJARAH PERKEMBANGAN VIRUS KOMPUTER

VIRUS adalah suatu aplikasi yang dapat mereplikasi diri dalam suatu jaringan komputer, bersifat merusak dan memiliki kemampuan untuk menginfeksi file lain menjadi memiliki sifat-sifat yang sama seperti dirinya. Virus akan mengubah ukuran program yang terinfeksi tanpa mengubah tanggal modifikasi suatu aplikasi.
Sejarah virus :
  • Pada tahun 1949, John von Newman, yang menciptakan Electronic Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC), memaparkan suatu makalahnya yang berjudul “Theory and Organization of Complicated Automata”. Dalam makalahnya dibahas kemungkinan program yang dapat menyebar dengan sendirinya.
  • Pada tahun 1960, para ahli di lab BELL (AT&T) -sebuah labolatorium terbesar di dunia yang telah menghasilkan banyak hal dalam dunia komputer- mencoba mengimplementasikan teori yang diungkapkan oleh john v neuman. Mereka bermain-main dengan teori tersebut untuk suatu jenis game. Di sela-sela waktu Istirahat mereka, para peneliti membuat permainan dengan suatu program yang dapat memusnahkan program buatan lawan, kemampuan membenahi dirinya sendiri lalu balik menyerang kedudukan lawan. Program permainan ini juga dapat memperbanyak dirinya secara otomatis. Perang program ini disebut Core War, pemenangnya adalah pemilik program sisa terbanyak dalam selang waktu tertentu. Karena sadar akan bahaya program tersebut bila bocor keluar laboratorium (terutama sekali karena C dan C++ adalah salah satu pemrograman bahasa tingkat tinggi – mudah dipelajari), maka setiap selesai permainan, program tersebut selalu dimusnahkan.
  • Pada tahun 1970, perusahaan Xerox memperkenalkan suatu program yang digunakan untuk membantu kelancaran kerja.
  • Pada tahun 1980, Program yang tadinya dipergunakan sebagai permainan ’berbahaya’ tersebut akhirnya keluar dari lab, menyebar diluar lingkungan laboratorium, dan mulai beredar di dunia cyber.
  • Pada tahun 1981, Sebuah Virus yang bernama sama dengan pembuatnya, Elk Cloner, lahir di di TEXAS A&M. Menyebar melalui disket Apple II yang memiliki operating system. Sang perusak ini mendisplay pesan di layar : “It will get on all your disks-It will infiltrate your chips–yes it is Cloner!-It will stick to you like glue-It will modify RAM too-send in the Cloner!”
  • Pada 3 November 1983, Len Adleman meresmikan nama ”VIRUS” dalam sebuah seminar yang membahas cara membuat virus and memproteksi diri dari virus.
  • Pada 1986, Virus Brain (dikenal juga dengan nama virus Pakistan) menyebarluas di Indonesia, merupakan Virus paling menggemparkan dikala itu. Karena penyebarannya yang luar-biasa itulah tahun ini justru disebut-sebut oleh sebagian orang Indonesia sebagai awal munculnya Virus komputer. Kelahiran virus ini juga bersamaan dengan [PC-Write Trojan] dan [Vindent].
  • Pada Tahun 1988, muncul serangan besar-besaran terhadap Machintosh oleh virus [MacMag] & [scores]. Di tahun ini pula jaringan Internet dihajar habis-habisan oleh worm buatan Robert Morris, Jr, seorang mahasiswa Ilmu Komputer Cornell.
  • Pada Tahun 1989 ada orang iseng yang menyebarkan file “AIDS information program” dan celakanya, begitu file ini dibuka, yang didapat bukannya info tentang AIDS, tapi virus yang mengenkripsi harddisk dan meminta bayaran untuk kode pembukanya.
  • Pada Tahun 1990 Bulgarian virus exchange factory (VX) BBS didirikan. Tips-trik pembuatan virus computer disebarkan melalui BBS ini. Mark Ludwig menulis sebuah buku yang berjudul “The Little Black Book of Computer Viruses”. Dalam buku tersebut dibahas langkah-langkah pembuatan virus komputer.
  • Pada Tahun 1991, virus polymorphic pertama lahir. Virus yang diberi nama Tequila ini datang dari Switzerland.
  • Pada Tahun 1992, muncul virus mematikan yang sempat membuat panik para pengguna komputer. Virus tersebut diberi nama Michelangelo. Namun penyebaran virus ini kurang begitu meluas (hanya memakan sedikit korban).
  • Pada Tahun 1995 muncul serangan besar-besaran. Perusahaan-perusahaan besar dilumpuhkan, diantaranya Griffith Air Force Base, Korean Atomic Research Institute, NASA, IBM dan masih banyak PERUSAHAAN RAKSASA lain yang dianiaya oleh virus “THE INETRNET LIBERATION FRONT” di hari ~Thanksgiving~. Karena keberanian dan kedahsyatan serangan itu, tahun 1995 dijuluki sebagai tahunnya para Hacker dan Cracker. Di tahun ini juga lahir Concept, virus macro pertama yang menyerang dokumen Microsoft Word.
  • Pada Tahun 1996, Boza, virus pertama yang ditujukan khusus untuk Windows 95 terlahir. Muncul juga Laroux, virus pertama yang menginfeksi MS Excel. Tahun ini juga merupakan Staog, Virus pertama yang menginfeksi Linux.
  • Pada Tahun 1998, Lahir Strange Brew, merupakan Virus Java pertama. Lahir juga Back Orifice, Trojan pertama yang menyebarluas, memungkinkan user tidak sah untuk mengendalikan komputer lain melalui internet.
  • Pada Tahun 1999, Kombinasi virus&worm dengan nama yang sangat manis terlahir: Melissa. Melissa merupakan perpaduan virus macro dan worm yang menyebarluas melalui email dengan memanfaatkan kelemahan Outlook. Muncul juga Corner, virus pertama yang menginfeksi MS Project files.
  • Pada Tahun 2000, Muncul Serangan Denial of Service (DoS) yang melumpuhkan Yahoo, Amazon dan situs-situs raksasa lainnya yang diakibatkan oleh worm. Worm bernama Love Letter melumpuhkan e-mail systems di penjuru dunia. Worm Timofonica mengacaukan jaringan telepon Spanyol. Liberty, worm pertama yang menyerang PDA terlahir. Pirus, dari keluarga virus concept menginfeksi file-file HTML and PHP.
  • Pada Tahun 2001, kembali dunia harus menghadapi sederetan serangan worm. Gnuman (Mandragore) terlahir. Worm ini menyamar sebagai file MP3. Winux, worm yang menyerang mesin Windows dan LINUX, hadir dari Czech Republic.
  • Pada Tahun 2002, LFM-926, lahir virus pertama yang menginfeksi file Shockwave Flash (.SWF). Menampilkan pesan saat file tersebut jalankan: “Loading.Flash.Movie..”
  • Pada Tahun 2003, Worm Blaster mengexploitasi kelemahan RPC DCOM pada windows. Kembali dunia menghadapi serangan besar-besaran. Sobig-F dicatat sebagai virus yang paling sukses menyebar.
  • Pada Mei 2004, jaringan internet dunia dikacaukan oleh worm SASSER.
  • Pada Tahun 2005-2007 varian-varian baru Bagle menyebarluas, namun kemudian meredup karena pembuatnya tertangkap. Penyebaran NETSKY juga mengalami peningkatan sesaat dan hanya lahir sedikit varian-varian baru. Di tahun-tahun ini tidak begitu banyak Virus & Worm baru yang cukup menggemparkan di kalangan dunia seperti para pendahulunya kecuali serangan-serangan virus lokal.
  • Pada Tahun 2005 ini tampaknya para Underground Programmer dunia memfokuskan diri pada SPYWARE.
Syarat-syarat Kemampuan Yang Harus Dimiliki Virus Komputer :
Suatu aplikasi dikatakan sebagai Virus Komputer apabila telah memiliki 5 kemampuan dasar berikut:
1. Kemampuan mendapatkan informasi
2. Kemampuan memeriksa suatu program
3. Kemampuan menggandakan diri dan menulari file lain
4. Kemampuan melakukan manipulasi
5. Kemampuan untuk menyembunyikan diri
Adapun kemampuan tambahan yang biasa dimiliki oleh virus dan worm ialah:
6. Kemampuan untuk mengexploitasi suatu kelemahan pada system
7. Kemampuan untuk mempertahankan diri dari aplikasi-aplikasi pembasmi virus & worm.
Sasaran serangan virus :
Registry, System configuration utility, Autoexec.bat dan win.ini, Task manager, Special directory, Kloning dan icon,  Media penyebaran, System restore, Antivirus
1. Registry
5 kunci utama pada registry
HKEY_CLASSES_ROOT
HKEY_CURRENT_USER
HKEY_LOCAL_MACHINE
HKEY_USER
HKEY_CURRENT_CONFIG
2. System Configuration Utility
Dari MSCONFIG user biasa memeriksa file/aplikasi apa saja yang dijalankan otomatis ketika windows startup.
Dari MSCONFIG user bisa menghapus daftar aplikasi yang tidak diinginkan.
Dari sini pula user bisa dengan leluasa mengedit isi file win.ini, autoexec.bat, system.ini dan config.sys.
3. File Autoexec.bat dan win.ini
Dengan sedikit memanipulasi isi kedua file tersebut, Virus bisa otomatis berjalan ketika windows booting. Kedua file diatas akan di proses ketika startup. File Win.ini terletak di directory Windows, berisi beberapa konfigurasi yang mengatur OS, bisa menjalankan file tertentu secara otomatis dengan memodifikasi isi file win.ini.
4. Task Manager
Task Manager akan menampilkan aplikasi apa saja yang sedang berjalan baik yang secara background atau tidak. Melalui Task Manager kita bisa menghentikan “secara paksa” program yang tidak kita inginkan. Metodanya sendiri bermacam-macam. Ada yang otomatis mematikan fungsi mouse ketika Task Manager tebuka, ada pula yang langsung melakukan shutdown atau restart.
5. Special Directory
Ada 2 directory special yang sudah menjadi “langganan” worm dan Virus yaitu directory windows dan directory system. Kedua directory ini memiliki keunikan tersendiri karena kemudahan pengesetan variabel ketika kita menulis kode program.
6. Kloning dan Icon
Sebelum Anda membuka dokumen apapun, pastikan dengan benar bahwa icon yang digunakan SESUAI sengan ekstensi file yang seharusnya. Banyak user yang lalai akan hal ini.
Biasakan untuk melihat properties file terlebih dahulu sebelum membukanya.
Media Penyebaran Virus : Disket dan Flashdisk, Email, Irc, Website
Cara kerja Virus
Virus komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak komputer dan tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras komputer tetapi dapat mengakibatkan kerusakan dengan cara memuat program yang memaksa over process ke perangkat tertentu. Efek negatif virus komputer adalah memperbanyak dirinya sendiri, yang membuat sumber daya pada komputer (seperti penggunaan memori) menjadi berkurang secara signifikan. Hampir 95% virus komputer berbasis sistem operasi Windows. Sisanya menyerang Linux/GNU, MacFreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System. Virus yang ganas akan merusak perangkat keras.
Jenis Virus
Virus komputer adalah sebuah istilah umum untuk menggambarkan segala jenis serangan terhadap komputer. Dikategorikan dari cara kerjanya, virus komputer dapat dikelompokkan ke dalam kategori sebagai berikut:
  • Worm – Menduplikatkan dirinya sendiri pada harddisk. Ini membuat sumber daya komputer (Harddisk) menjadi penuh akan worm itu.
  • Trojan – Mengambil data pada komputer yang telah terinfeksi dan mengirimkannya pada pembuat trojan itu sendiri.
  • Backdoor – Hampir sama dengan trojan. Namun, Backdoor bisanya menyerupai file yang baik-baik saja. Misalnya game.
  • Spyware – Virus yang memantau komputer yang terinfeksi.
  • Rogue – merupakan program yang meniru program antivirus dan menampilkan aktivitas layaknya antivirus normal, dan memberikan peringatan-peringatan palsu tentang adanya virus. Tujuannya adalah agar pengguna membeli dan mengaktivasi program antivirus palsu itu dan mendatangkan uang bagi pembuat virus rogue tersebut. Juga rogue dapat membuka celah keamanan dalam komputer guna mendatangkan virus lain.
  • Rootkit – Virus yang bekerja menyerupai kerja sistem komputer yang biasa saja.
  • Polymorphic virus – Virus yang gemar beubah-ubah agar tidak dapat terdeteksi.
  • Metamorphic virus – Virus yang mengubah pengkodeannya sendiri agar lebih sulit dideteksi.
  • Virus ponsel – Virus yang berjalan di telepon seluler, dan dapat menimbulkan berbagai macam efek, mulai dari merusak telepon seluler, mencuri data-data di dalam telepon seluler, sampai membuat panggilan-panggilan diam-diam dan menghabiskan pulsa pengguna telepon seluler.
Cara mengatasi Virus
Serangan virus dapat dicegah atau ditanggulangi dengan menggunakan Perangkat lunak antivirus. Jenis perangkat lunak ini dapat juga mendeteksi dan menghapus virus komputer. Virus komputer ini dapat dihapus dengan basis data (database/ Signature-based detection), heuristik, atau peringkat dari program itu sendiri (Quantum).
Antivirus
Virus biasanya terprogram untuk bisa mendeteksi Application Title dari program yang sedang berjalan. Biasanya ketika menemukan Application title yang tidak diinginkan seperti mengandung kata ”Kill”, “Antivirus” , “Removal” , “Anti” , “Regsitry Editor” , “Untility” , “Basmi”, “Prompt” maka virus akan menghentikan proses program tersebut.
refrensi https://ardiansyahsite.wordpress.com/2014/02/16/sejarah-perkembangan-virus-komputer-2/

Ransomware WannaCry dan 5 Virus Paling Merugikan di Dunia


Agent Smith dalam saga The Matrix sebagai visualisasi virus/ WARNER BROS
PADA Jumat 12 Mei 2017 lalu, dunia digemparkan dengan munculnya serangan virus malware Ransomware Wanna Decryptor. Virus yang kerap disingkat sebagai WannaCry itu menyerang sejumlah negara di dunia.
Negara yang terinfeksi di antaranya adalah Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, Rusia, serta Indonesia.
Ransomware adalah bentuk malware yang menyerang sistem komputer dengan mengunci dengan cara mengenkripsi seluruh file, membuat file tersebut tidak dapat dibuka atau digunakan kecuali pengguna memperoleh kunci deskripsi dari pemilik virus yang meminta sejumlah uang tebusan.
Ahli keamanan siber, Profesor Alan Woodward mengatakan, membayar tebusan dapat menjadikan korbannya lebih rentan terhadap kejahatan selanjutnya. "Jika Anda membayar, Anda mungkin akan dikontak lagi," ujarnya seperti dilaporkan BBC.
Dibandingkan jenis ransomware lain, WannaCry lebih canggih dan berbahaya karena WannaCry dibuat dengan menggunakan senjata siber milik dinas intelijen Amerika Serikat, NSA yang telah diretas peretas berkode Shadow Broker.
Agar tidak terserang WannaCry, pengguna disarankan terlebih dahulu menyimpan cadangan data penting ke tempat yang tidak terhubung dengan jaringan internet serta perbarui perangkat lunak anti virus dan anti ransomware.
Selain ransomware, ada beberapa virus komputer tercatat pernah menggemparkan dunia sepenjang sejarah. Berikut beberapa di antaranya.

1. Morris (Internet Worm) - 1988

Virus komputer pertama berjenis worm ini muncul pada 2 November 1988. Morris Worm berhasil menyerang 6.000 komputer di Internet. Padahal pada 1988, baru ada sekitar 60.000 komputer yang terhubung ke Internet.
Artinya, virus itu melumpuhkan sepersepuluh komputer di internet. Diperkirakan, butuh 15 juta sampai 100 juta dolar untuk membersihkan seluruh komputer yang terinfeksi Morris Worm.

2. ILOVEYOU - 2000

Virus ILOVEYOU dianggap sebagai salah satu virus terganas yang pernah diciptakan. Virus ini menghancurkan sistem komputer dunia dengan menyebabkan kerugian sekitar 10 miliar dolar. Diperkirakan 10 persen komputer di dunia telah terinfeksi virus ini.

3. Code Red - 2001

Virus komputer berjenis worm ini pertama kali muncul pada 2001. Ditemukan oleh dua karyawan eEye Digital Security, virus ini menargetkan Microsoft IIS Web Server sehingga merusak halaman web dan meninggalkan pesan “Hacked by Chinese!” dan merusak website whitehouse.gov. Kerugian yang disebabkan virus ini mencapai 2 miliar dolar. Satu sampai dua juta server terserang virus ini dari total 6 juta server IIS saat itu.

4. Conficker - 2008

Worm ini dimasukkan ke dalam kategori berbahaya karena penyebarannya sangat cepat. Conficker ditemukan pada Oktober 2008, menyebar melalui sistem operasi Microsotf Windows dan mampu menginfeksi lebih dari 9 juta komputer di seluruh dunia.
Conficker menjadi virus yang menyebabkan kerusakan terbesar yang pernah ada dan menyebabkan kerugian 9 miliar dolar.

5. Stuxnet - 2010

Virus Stuxnet adalah salah satu virus komputer paling berbahaya yang menjadi awal dari perang siber di internet. Virus jenis malware ini muncul pada pertengahan 2010. Menyerang Sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). Menurut kabar yang beredar, awalnya Amerika Serikat menciptakan virus ini untuk menyerang fasilitas nuklir milik Iran. (Fakhrur Razi)***
 sumber http://www.pikiran-rakyat.com/luar-negeri/2017/05/14/ransomware-wannacry-dan-5-virus-paling-merugikan-di-dunia-401101

Komentar